Apa Itu Sodium-Ion? Teknologi Aki Motor dari Bahan yang Sudah Kamu Kenal

Apa Itu Sodium-Ion? Teknologi Aki Motor dari Bahan yang Sudah Kamu Kenal

Kalau ditanya isi aki motor, kebanyakan rider pasti menjawab: "aki basah/kering" (timbal-asam) atau "lithium". Padahal ada pilihan ketiga, dan bahan utamanya mungkin sudah ada di dapurmu sekarang: sodium.

Sodium: unsur yang sama dengan garam dapur

Sodium adalah salah satu unsur paling melimpah di bumi. Ia adalah separuh dari garam dapur (natrium klorida), dan ditemukan di air laut serta berbagai deposit di seluruh dunia. Lithium, sebaliknya, terkonsentrasi di beberapa wilayah tertentu dan butuh proses penambangan serta pengolahan yang boros energi.

Aki sodium-ion memakai ion sodium, bukan ion lithium, untuk membawa energi bolak-balik antara dua elektrodanya. Saat diisi (dicas), ion sodium bergerak ke satu arah. Saat kamu menyalakan mesin atau menghidupkan lampu, ion bergerak kembali dan melepaskan energi. Prinsip dasarnya sama dengan baterai lithium-ion, hanya saja bahan yang bekerja di dalamnya lebih mudah didapat.

Apa bedanya dengan aki timbal-asam?

Aki timbal-asam sudah jadi standar lebih dari seratus tahun, tapi punya kekurangan yang sudah akrab bagi para rider:

  • Berat: timbal itu berat, dan bobot ekstra di motor jelas tidak menguntungkan.
  • Perawatan dan umur pakai: banyak aki timbal-asam butuh perhatian rutin dan cepat aus, apalagi kalau sering dipakai jarak dekat dan sering mati-hidup mesin.
  • Rentan terhadap kosong total: kalau dibiarkan drop terlalu lama, aki timbal-asam bisa rusak permanen.

Sodium-ion lebih ringan dan dirancang untuk siklus pengisian yang jauh lebih banyak. Sel sodium-ion juga lebih toleran terhadap kondisi kosong total, keunggulan nyata untuk motor yang diparkir berminggu-minggu.

Apa bedanya dengan lithium?

Lithium-ion memang bagus, tapi bergantung pada material yang mahal dan sebarannya terbatas, dan beberapa jenisnya membutuhkan kobalt serta nikel. Sodium-ion tidak memerlukan ketiganya. Teknologi ini juga dikenal punya stabilitas termal yang baik dan performa yang mantap di rentang suhu luas, penting ketika motormu terparkir di bawah terik matahari atau kehujanan.

Jujur saja, saat ini sodium-ion menyimpan energi per kilogram sedikit lebih rendah dibanding sel lithium-ion terbaik. Tapi aki starter motor tidak butuh kapasitas simpan energi maksimal. Yang dibutuhkan adalah tenaga besar dalam sekejap, dan andal setiap kali dipakai. Di situlah sodium-ion cocok.

Kenapa cocok untuk motor

Tugas aki starter itu berat tapi sederhana:

  • Menghidupkan mesin dengan andal, termasuk di pagi yang dingin atau setelah motor berhari-hari tidak dipakai.
  • Tetap ringan, karena setiap kilogram terasa di motor.
  • Awet, supaya tidak perlu ganti setiap satu atau dua tahun.
  • Aman, karena letaknya hanya beberapa sentimeter dari kaki dan tangki bensin.

Kimia sodium-ion sejalan dengan keempat kebutuhan ini.

Hadirnya Durastart

Durastart DTZ7S adalah aki motor sodium-ion yang dibuat khusus untuk tugas ini. Berikut spesifikasi utamanya:

  • Tegangan nominal: 12 V
  • Kapasitas nominal: 5,5 Ah
  • CCA: maksimal 110 A
  • Bobot: 454 gram
  • Jumlah siklus start: lebih dari 10.000 kali
  • Waktu pengisian penuh: sekitar 30 menit
  • Siklus hidup: 3–5 tahun
  • Perawatan: bebas perawatan
  • Sertifikasi: ISO 14000, ISO 9001, RoHS, IEC 62133-2, IP67, dan UN38.3
  • Garansi: garansi produk baru sesuai ketentuan yang berlaku

Durastart DTZ7S cocok digunakan untuk berbagai motor, termasuk Honda Vario 125/150/160, CBR150R, PCX, ADV160, serta Yamaha NMAX155, Aerox, Fazzio, Fino Gear 125, Vixion, Xabre, R15, MT15, dan WR155R. Kompatibilitas juga mencakup sejumlah model Suzuki seperti Shogun 125, Skydrive 125, Arashi 125, Hayate 125, dan Nex 125.

Dan kalau suatu hari aki motormu bikin kamu mogok, layanan pengiriman aki darurat 24 jam kami siap membuat motormu jalan lagi.

Kesimpulan

Sodium-ion bukan sekadar gimmick. Ini jawaban praktis untuk masalah yang sudah dikenal para rider: aki berat, umur pendek, dan ketergantungan pada bahan langka. Dan semuanya berawal dari salah satu unsur paling umum di planet ini.

0 komentar

Tulis komentar